Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Pengelolaan Air Pada Tanaman Padi

Metode Pengelolaan Air Pada Tanaman Padi

Pada umumnya tanaman padi dikenal sebagai salah satu tanaman yang membutuhkan banyak air untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu ketersediaan air bagi tanaman padi harus dikelola dengan baik agar padi dapat tumbuh secara optimal dan kelangsungan air untuk tanaman lain dapat terjaga . Secara umum, pengelolaan air bagi tanaman lebih dikenal dengan istilah irigasi.

Menurut pengertiannya, irigasi adalah pengaturan pembagian atau pengaliran air menurut sistem tertentu untuk sawah dan sebagainya. Irigasi penting dilakukan pada daerah atau lahan yang rawan mengalami kekeringan. Tujuan irigasi untuk memberikan tambahan air terhadap air hujan dan memberikan air untuk tanaman dalam jumlah yang cukup pada saat dibutuhkan.

Secara umum, irigasi berguna untuk:

  • Mempermudah pengolahan tanah
  • mengatur suhu tanah dan iklim mikro tanah
  • membersihkan tanah dari garam-garam yang larut atau asam-asam yang tinggi
  • membersihkan kotoran atau sampah yang masuk kedalam saluran air
  • menggenangi tanah untuk memberantas tanaman penganggu dan hama penyakit.

Teknik Pengelolaan Air Padi Sawah di Lahan Sawah Irigasi


Dalam memilih teknik pengelolaan air sawah, penting memperhatikan kondisi topografi dan pola curah hujan. Berikut ini beberapa teknik dalam mengelola air padi sawah pada lahan sawah irigasi.

1. Penggenangan


Penggenangan pada pertanaman padi ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengunaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengairan macak-macak dan tidak terus menerus hasilnya tidak berbeda nyata dengan pertanaman yang dilakukan pengairan terus menerus.

Genangan terus menerus dengan dalam 10-15 cm seperti yang dilakukan petani pada umumnya dapat menyebabkan tingginya kehilangan air dan hara melalui aktivitas perkolasi. Artinya, penggenangan terus menerus dapat menurunkan efisiensi pemupukan.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air (irigasi) macak-macak dan tidak secara terus menerus (rotasi) hasilnya tidak berbeda nyata dengan genangan tinggi secara terus menerus.

Efisiensi penggunaan air merupakan aspek penting berkenaan dengan upaya peningkatan nilai ekonomi produksi pertanian pada lahan beririgasi. Efisiensi penggunaan air pada lahan yang diirigasi secara macak-macak hampir 2 – 3 kali lebih tinggi dibanding dengan lahan yang digenangi terus menerus.

2. Irigasi bergilir


Irigasi bergilir merupakan teknik pemberian air pada suatu luasan lahan tertentu untuk periode tertentu hingga areal tersebut dapat menyimpan air yang dapat digunakan hingga periode irigasi berikutnya. Teknik ini dapat menghemat penggunaan air sekitar 20-30% tanpa menyebabkan penurunan hasil. Selain itu, teknik ini juga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan penggunaan tenaga kerja.

Kelemahan irigasi bergilir adalah menunjukkan kecenderungan menurunkan tingkat kemasaman tanah (pH) dibandingkan dengan lahan yang diari terus menerus.

3. Irigasi berselang


Sistem irigasi berselang atau dikenal dengan istilah intermittent irrigation merupakan pengaturan kondisi lahan dalam kondisi tergenang secara bergantian. Selain untuk menghemat air, penerapan irigasi berselang juga memberi kesempatan kepada akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam. Selain itu dapat mencegah timbulnya keracunan besi dan mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar. Irigasi berselang juga dapat mengurangi timbulnya keracunan besi, dapat mengaktifkn jasad renik mikroba yang menghambat, serta dapat mengurangu jumlah anakan yang tidak produktif.

Penerapan teknik irigasi berselang dapat meningkatkan hasil hampir 7% dibanding hasil pada lahan yang terus menerus digenangi.

Langkah-langkah pengairan berselang adalah sebagai berikut:

  1. Tanam bibit dalam kondisi sawah macak-macak
  2. Airi tanah secara berangsur 2-5 cm sampai tanaman berumur 10 hari
  3. Biarkan sawah mengering sendiri, tanpa diairi (biasanya 5-6 hari)
  4. Setelah permukaan tanah retak selama 1 hari, sawah kembali diairi setinggi 5 cm
  5. Biarkan sawah mengering sendiri, tanpa diairi (5-6 hari) lalu diairi setinggi 5 cm.
  6. Ulangi langkah 1-5 sampai tanaman masuk stadia pembungaan.
  7. Setelah tanaman berbunga sampai 10 hari sebelum panen lahan terus diairi setinggi 5 cm, kemudian lahan dikeringkan.


Sumber :

  1. Anonim. 2011. Cara Pengairan Berselang pada Padi Sawah. Tersedia di: http://www.litbang.pertanian.go.id/berita.php/one/995/
  2. Kasdi, S., Ai D., Elsa, S., dan Undang K. Pengelolaan Air pada Tanah Sawah.
  3. Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)