Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Budidaya Jambu Biji Kristal dan Pengendalian OPT Lalat Buah

Budidaya Jambu Biji Kristal dan Pengendalian OPT Lalat Buah

Tren jambu kristal masih terus akan ada, akan tetapi untuk menghasilkan jambu kristal yang berkualitas baik tidak semudah membalik telapak tangan.

Hambatan dari dari lingkungan budidaya sangat mempengaruhi produksi yang dihasilkan. Pada umumnya jambu merupakan tanaman yang sensitif terhadap penggunaan air dan sangat rawan dalam mengdapi serangan beberapa jenis hama.

Mari kita pelajari dengan baik agar budidaya jambu kristal dapat menghasilkan sesuai dengan harapan kita.

1. Pengairan


Pengairan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memberikan air sesuai dengan kebutuhan tanaman/sesuai fase pertumbuhan. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengairan adalah sebagai berikut:
  • Lakukan pengairan/penyiraman secara rutin dengan melihat kondisi tanaman dan tanah;
  • Alirkan air ke setiap individu tanaman atau dengan mengalirkan air ke parit-parit antara bedengan tanaman;
  • Hentikan penyiraman bila tanah telah cukup basah/lembab.

2. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)


Pengendalian organisme penggangu tanaman (OPT) merupakan rangkaian kegiatan untuk mengendalikan hama/penyakit dan gulma agar tanaman tumbuh optimal, produksi tinggi, dan mutu buah baik.

Beberapa hama dan penyakit penting yang menyerang pertanaman jambu kristal adalah sebagai berikut:

Hama dan Penyakit:


Lalat buah (Dacus Dorsalis Hendel dan Dacus Pedestris Bezzi)

Gejala serangan:


  • Lalat betina meletakkan telur dalam daging buah jambu biji pada saat jambu biji seukuran bola golf, kemudian telurnya menetas menjadi larva.
  • Larva ini mengerogoti daging buah dewasa/ hampir matang (masak), sehingga menyebabkan pembusukan buah.
  • Kadang-kadang penampilan buah dari luar tampak mulus, namun di dalamnya sudah membusuk dan penuh larva daro lalat buah.

Pengendalian:


  • Cara non-kimiawi dengan membersihkan sisa-sisa tanaman atau daun-daun jambu biji yang luruh untuk segera di bakar.
  • Pembungkusan buah dengan menggunakan plastik Polyethylene.
  • Cara kimiawi dengan menggunakan perangkap umpan lalat seperti Metyl Eugenol yang dipasang dalam botol bekas air minum.
  • Beberapa merek dagang perangkap lalat buah ini adalah M. Atrakan dan Petrogenol.
  • Selain itu, dapat dikendalikan dengan insektisida Hosnathion 40 EC atau Gusadri 150 WSWC pada konsentrasi yang di anjurkan.