Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengendalian Hama Lalat Buah Dacusspp Pada Tanaman Semangka

Pengendalian Hama Lalat Buah Dacusspp Pada Tanaman Semangka
Di dalam usaha tani semangka, hama dan penyakit dapat merupakan kendala penting. Sebab, hal ini ikut menentukan keberhasilan maupun kegagalan budi dayanya. Di daerah tropika, siklus hidup hama dan penyakit terus berlangsung tanpa henti. Sedangkan di daerah subtropika dan daerah dingin, pemasak tanaman ini mengalami masa istirahat pada saat musim dingin.

Akibatnya, kerusakan oleh hama dan penyakit akan berlangsung tems sepanjang tahun. Apalagi bila suatu saat kondisi ikiim sangat cocok, maka hama dan penyakit akan tumbuh berkembang secara subur dan cepat Perlu diperhatikan bahwa pestisida yang digunakan dalam pemberantasan hama/ penyakit jangan sampai membunuh lebah yang membantu penyerbukan. Adapun jenis Hama dan pengendaliannya dapat dilihat lebih rinci adalah sebagai berikut :

Lalat buah (dacus spp.)

Jenis lalat ini berwarna merah. Punggung dadanya kehitam-hitaman dengan dua garut kuning membujur. Punggung perutnya memiliki tiga gurat hitam melintang sebelah muka dan sebuah gurat hitam pada bagian belakang. Sekali bertelur, lalat betina mampu menghasilkan 15 butir. Stadium larva terjadi selama 6-9 hari; larva berkepompong di dalam tanah selama 6-12 hari. Ujung perut lalat betina runcing, sedangkan pada lalat jantan bulat. Sayapnya transparan, panjangnya 5-7,5 mm.

Beberapa lalat buah jenis Dacus yang merusak buah semangka

  • Dacus cucurbitae Coq. Selain menyerang semangka, juga menyerang melon dan jenis-jenis Cucurbitaceae lainnya.
  • D. frontalis. Selain menyerang semangka, juga menyerang melon dan jeruk.
  • D. caudatus F. Selain menyerang semangka, juga menyerang melon.
  • D. ciliatus. Hanya menyerang semangka.

Pengendalian

Lalat dewasa yang barn keluar dari kepompong dan larva yang berada di tanah (saat baru keluar dari buah menjelang masa berkepompong) diberantas dengan semprotan Hostathion 40 EC (dosis 0,15-0,2%), Lebaycid 550 EC (dosis 0,2%), atau Baymsil 250 EC (dosis 0,2%).