Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Pemangkasan Kakao

Cara Pemangkasan Kakao
Permintaan akan biji, 5 tahun terakhir ini selalu meningkat sehingga hargapun terus naik. Tanaman kakao yang sudah memakai teknologi budidaya anjuran dapat menghasilkan 2-3 ton/ha/tahun, sedangkan rata-rata produksi kakao saat ini berkisar 0,55 ton – 0,7 ton/ha /tahun. Salah satu teknologi yang sangat berpengaruh terhadap produksi adalah pemangkasan.

Bagi tanaman kakao (coklat), pemangkasan berarti usaha meningkatkan produksi dan mempertahankan umur ekonomis tanaman.

Pemangkasan tanaman kakao merupakan kegiatan pemotongan/pembuangan bagian tanaman yang berupa cabang, ranting dan daun yang tidak diinginkan/ diperlukan bagi pertumbuhan tanaman dan terbentuknya buah. Pemangkasan kakao memiliki peranan penting dalam peningkatan produksi. Tanaman kakao membutuhkan pemangkasan secara periodic dalam rangka pembentukan kondisi lingkungan yang baik. Selain itu, pemangkasan berarti usaha meningkatkan produksi dan mempertahankan umur ekonomis tanaman.

Secara umum pemangkasan tanaman kakao bertujuan untuk:

  1. Memperoleh cabang tanaman kakao yang baik serta mendapatkan pertumbuhan tajuk yang seimbang dan kukuh.
  2. Mengatur penyebaran cabang-cabang dan daun-daun produksi agar bisa merata.
  3. Mengurangi kelembaban sehingga tanaman kakao aman dari serangan hama dan penyakit.
  4. Memudahkan pelaksanaan panen dan pemeliharaan, misalnya penyemprotan insektisida atau pemupukan.
  5. Mendapatkan produksi yang tinggi, karena pemangkasan akan memperluas permukaan asimilasi dan merangsang pembungaan/pembuahan yang disebabkan oleh adanya keseimbangan vegetatif dan generatif.

Pemangkasan pada tanaman kakao ada beberapa macam, yaitu: pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan produksi. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik.

A. Pemangkasan bentuk


Pemangkasan bentuk mulai dilakukan pada saat tanaman muda berumur 8 – 12 bulan dan telah tumbuh jorket. Cabang yang lemah dibuang dan mempertahankan 3 – 4 cabang yang simetris terhadap batang utama, kukuh, sehat dan mengarah ke atas membentuk sudut 450. Cabang-cabang utama yang dipilih hendaknya sudah mengayu dan daun flush sudah agak tua.

Panjang cabang sekitar 30 - 40 cm. Cabang utama yang membentuk mendatar perlu dibantu agar membentuk sudut 450 dengan cara diikat dengan tali. Lamanya pengikatan sekitar 3 - 4 minggu. Ketinggian jorket yang ideal adalah 120 - 150 cm, apabila tumbuhnya kurang dari 120 cm , maka batang utama dapat dipotong setinggi 80 cm agar tumbuh tunas air (chupon) yang baru dan membentuk jorket yang lebih tinggi. Demikian pula apabila jorket lebih dari 150 cm, batang utama dapat dipotong setinggi 80 cm dan chupon yang tumbuh dipelihara sampai membentuk jorket yang baik.

Pemangkasan juga perlu dilakukan terhadap cabang primer yang tumbuhnya lebih dari 150 cm. Pemangkasan bentuk ini dilaksanakan dengan selang waktu dua bulan sekali selama masa tanaman kakao belum menghasilkan.

B. Pemangkasan Pemeliharaan


Pemangkasan pemeliharan pada tanaman kakao bertujuan untuk mempertahankan kerangka tanaman yang sudah terbentuk baik, mengatur penyebaran daun produktif, merangsang pembentukan daun baru, bunga dan buah, serta terhindar dari hama dan penyakit.

Pemangkasan dilakukan dengan mengurangi sebagian daun yang rimbun pada tajuk tanaman dengan cara memotong ranting-ranting yang terlindung dan menaungi. Memotong cabang yang ujungnya masuk ke dalam tajuk tanaman di dekatnya dan diameternya kurang dari 2,5 cm.

Mengurangi daun yang menggantung dan menghalangi aliran udara di dalam kebun, sehingga cabang kembali terangkat. Pemangkasan ini dilakukan secara ringan di sela-sela pemangkasan produksi dengan frekuensi 2-3 bulan. Juga dilakukan pemangkasan terhadap tunas air (chupon). Pemangkasan tunas air atau juga disebut wiwilan bisa dilakukan secara manual menggunakan tangan.

C. Pemangkasan Produksi


Pemangkasan produksi berkesinambungan dengan pemangkasan pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan produktivitas tanaman. Pemangkasan produksi dilakukan dengan memangkas daun-daun agar tidak terlalu rimbun sehingga sinar matahari bisa tersebar merata ke seluruh

organ daun. Sasaran pemangkasan produksi adalah ranting-ranting atau cabang tertieryang mendukung daun-daun tidak produktif, ranting-ranting yang sakit atau rusak dan cabang cacing. Tunas-tunas air yang tumbuh dari pangkal cabang tertier dan cabang sekunder pada jarak 15 - 25 cm dari pangkal cabang sekunder dipotong. Ranting-ranting dengan daun yang terlindung atau kurang mendapat sinar matahari juga harus dipotong.

Cabang-cabang tertier yang yang terlalu subur juga dibuang karena sering mengganggu keseimbangan pertumbuhan, demikian pula cabang-cabang kecil yang akan masuk ke dalam tajuk tanaman tetangga atau di dekatnya. Cabang yang menggantung ke bawah dikurangi daunnya agar tidak menghambat sirkulasi udara dalam kebun.