Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Penyambungan Sirsak Ratu (Okulasi)



Sirsak Ratu merupakan salah satu varietas sirsak yang memiliki rasa yang manis dengan kandungan air lebih sedikit dibanding sirsak lokal yang telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

1. Perbanyakan vegetatip

  • Persiapan batang bawah Untuk perbanyakan cara vegetatip diperlukan batang bawah dari biji yang berasal dari buah varietas unggul pohon sirsak yang mempunyai keunggulan sifat-sifat tertentu seperti tahan terhadap penyakit layu Fusarium. Perlakuan biji hingga siap untuk perbanyakan vegetatip sama seperti yang dilakukan pada perbanyakan melalui biji.
  • Persiapan entris Batang atas (entris) yang akan digunakan untuk sambung pucuk harus berasal dari tunas pucuk yang sehat, normal dan berdiameter sama atau sedikit lebih kecil dari pada diameter batang bawah. Pengambilan entris di lakukan dengan cara memotong tunas pucuk sepanjang 5 cm (3 ruas) dengan gunting pangkas yang tajam dan bersih. Pengambilan entris dilakukan pada saat entris cukup kering (tidak basah), karena air yang ada pada permukaan entris dapat memudahkan hadirnya patogen yang dapat mempengaruhi keberhasilan penyambungan. Kriteria entris yang baik adalah sehat dan tidak cacat (tidak terserang hama & penyakit), segar, mentik (mata tunas sedikit menonjol), tidak dalam keadaan dorman dan dan mudah dikupas.
  • Perbanyakan melalui sambungan Penyambungan benih sirsak umumnya lebih mudah dan lebih berhasil dilakukan dengan teknik sambung pucuk. Batang bawah yang telah mencapai kondisi siap sambung (umur 4 bulan, berdaun 6-8 helai), pada ketinggian ± 30 cm di bagian tanaman arah ke pucuk dipotong kemudian dibelah dengan pisau okulasi yang tajam dan bersih. Daun yang tersisa pada batang bawah harus tetap dipertahankan, selanjutnya entris yang telah disiapkan diambil dan dasar entris disayat kedua sisinya menipis ke arah bawah, kemudian kedua luka sayatan tersebut (batang bawah dan entris) dilekatkan dan dibalut dengan irisan plastik.Pada saat penyisipan harus dipastikan kambium entris bersatu dan menempel dengan kambium batang bawah. Setelah itu dilakukan penyungkupan entris dengan kantong plastik transparan untuk menjaga agar kelembaban tetap tinggi dan mengurangi penguapan dari entris.

    Penyungkupan dengan kantong plastik ini harus dilakukan sampai pada bagian sambungan/ikatan sambungan (Gambar 2). Tanaman sambungan ini selanjutnya ditempatkan di tempat yang ternaungi (dalam rumah benih) dan dipeliharan secara optimal dengan melakukan penyiraman secukupnya dan penyiangan. Penempatan benih ini dilakukan secara teratur dan berkelompok seperti benih dari biji. Sungkup plastik dilepas apabila mata tunas pada entris telah pecah, sedangkan tali pengikat sambungan tetap dibiarkan sampai bibit siap ditanam.

http://balitbu.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/2012/teknologi/benih%20siap%20sambung.jpg

Gambar Benih siap sambung umur 4 bulan (A) dan bibit yang telah disambung (B)


2. Perbanyakan melalui okulasi


Persiapan batang bawah dan entris sama dengan perlakuan pada peranyakan sambung pucuk, bedanya terletak pada pengambilan mata untuk okulasi. Kalau pada okulasi mata tunas yang diambil hanya satu kemudian dilakukan penempelan. Pelaksanaan okulasi diawali dengan menyayat bagian kulit batang bawah kemudian dilakukan penempelan dengan entris, di mana ukuran sayatan dan entris diusahakan sesama mungkin. Mata tempel (entris) yang telah dilekatkan pada batang bawah kemudian diikat sebagaimana perlakuan pada sambung pucuk. Keuntungan sistem okulasi adalah penghematan entris, sehingga tidak merusak postur dari pada pohon induk.

http://balitbu.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/2012/teknologi/pohon-sirsak1.jpg


3. Pemeliharaan benih sambungan dan okulasi


Pemeliharaan benih tanaman sambungan dan okulasi meliputi penyiraman, penyiangan dan pemupukan dengan pupuk NPK dosis 1-3 g/benih yang dilakukan 2 minggu sekali. Pengendalian hama/penyakit sesuai dengan kebutuhan. Benih sambung pucuk dan okulasi ini siap tanam setelah berumur ± 3 bulan setelah sambung.