Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Budidaya Melon di Lahan Pasir Kuarsa - Kota Palangka Raya

Teknik Budidaya Melon di Lahan Pasir Kuarsa
Pada artikel ini kita akan belajar budidaya melon di lahan pasir dari kota Palangkaraya

Tanaman melon merupakan tanaman buah semusim yang tergolong tanaman merambat seperti semangka. Asal mula melon berasal dari daratan lembah Panas persia yaitu daerah perbatasan asia barat dengan eropa dan afrika.

Pada awal tahun 2015 Kelompok tani Wargo Mulyo Kelurahan Petuk Katimpun mencoba keberuntugannya dengan membudidayakan Melon yang dianggap mudah pengelolaannya.

Terkait dengan asal mula melon, Kelurahan Petuk katimpun Kota Palangka Raya yang notabene daerahnya berpasir dan bersuhu panas sangat cocok dengan habitat melon. Ada beberapa vairietas melon hibrida yang banyak di budidayakan di indonesia pada umumnya : Sky Rocket, Action 434, MAI 119 dan banyak lagi yang lain

Syarat Tumbuh

Melon dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 800 m dpl, dengan kondisi tanah yang cukup gembur dan kaya dengan bahan organik. Curah hujan ideal 1.500 – 2.500 mm/tahun. Suhu udara 25 – 30℃C dengan pH 6 - 6,7 dan kelembaban udara 50 – 70 %. Melon juga biasa tumbuh subur di tempat terbuka karena dia memerlukan sinar matahari yang cukup untuk pembentukan buah.

Pembibitan

Untuk memulai pembibitan, benih dimasukan ke dalam bakul yang terbuat dari rumput purun (bakul yang biasa digunakan untuk ibu-ibu belanja sayur ke pasar, cuma ada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah) kemudian benih melon di siram sesering mungkin dan diamkan selama 2 malam atau kurang lebih 24 jam, kemudian hari ke 3 benih sdh berkecambah, setelah itu kecambah langsung di pindahkan dalam kotak persemaian di dalam rumah pembibitan satu persatu atau di masukan dalam kotak semai yang sdh siap media tanamnya.

Persiapan Lahan

Lahan pasir yang sudah diolah sedemikian rupa yang akan ditanami melon dibersihkan dari gulma, siapkan jarak tanam antar bibit, umur bibit melon yang siap pindah tanam ke lahan berkisar 12 – 15 hari apabila bibit sudah 2 atau 3 pasang daun dan kokoh.

Lahan yang sudah siap dan dalam bentuk bedengan sudah di beri pupuk dasar pukan (pupuk kandang) dan dolomit yang sudah di campur rata dengan komposisi 1, 5 kg/tanaman dan dolomit 75 gram/tanaman kemudian di masukan dalam lubang bedengan, selanjutnya bedengan di tutup dengan mulsa plastik, kemudian mulsa di lubangi sesuai dengan jarak tanam.

Penanaman dan Pemupukan

Pilih bibit yang pertumbuhannya bagus dan seragam, waktu tanam ushakan pada sore hari agar tanaman tidak layu, tanam bibit pada lubang 1 lubang 1 bibit kemudian lakukan penyiraman setelah tanam, kemudian setelah tanam lakukan pemasangan ajir atau kayu penyangga untuk tanaman, setelah tanaman berumur 3 hari dilakukan pemupukan pertama dengan NPK 15:15:15 dengan dosis 2 – 3 gram/tanaman.

Lakukan penyulaman tanaman agar lubang tanam tidak kosong dan pupuk tidak mubajir atau terbuang percuma.

Setelah tanaman berumur 1 minggu maka dilakukan pemupukan dg pupuk organik atau KCl dengan di kocor dan di ulang setiap minggu, setelah tanaman mulai berbunga maka lakukan pemupukan dengan Gandasil D (warna Hijau) dosis 2 – 3 gram/tanaman.

Pengendalian OPT

Hama yang sering mengganggu tanaman melon adalah Trips (Kutu daun), Pengerek daun, lalat buah,ulat daun, kumbang daun dan tungau.

Pengendaliannya adalah dengan cara :
  1. Menjaga kebersihan lingkungan, memangkas bagian tanaman yang terserang, dan membuangnya jauh dari area tanaman atau di kubur dalam tanah.
  2. Membuat perangkap kuning.
  3. Melakukan penyemprotan dengan pestisida yang sudah terdaftar dan aman dalam pemakaian.

Perempelan atau Pemangkasan

Lakukan perempelan atau pemangkasan tiap hari pada tunas yang tumbuh pada ketiak daun yang merugikan, hal ini dilakukan agar memaksimalkan pertumbuhan vegetatif dan untuk menghasilkan buah yang maksimal.

Pengairan

Pengairan dilakukan dengan cara menyalurkan air ke dalam parit atau antar bedengan ( bahasa petani di leb) sampai antar bedengan terendam air 1 minggu sekali dan disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pemeliharaan Buah

Buah yang di pilih adalah buah yang muncul pada ruas tangkai yang ke 11 sampai 15, karena bentuk dan besarnya akan seragam selebihnya lakukan pemangkasan buah yang tidak di perlukan.

Panen

Waktu panen tergantung dari varietas yang digunakan rata – rata melon panen pada umur 2 – 2,5 bulan dengan berat buah melon berkisar 1,8 – 2,5 kg/buah ( ini yang disukai pangsa pasar Kota Palangka Raya dan sekitarnya.