Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Virus Mosaik Kerdil Jagung

Mengenal Virus Mosaik Kerdil Jagung
Penyakit Jagung Mosaic Kerdil Virus merupakan suatu wabah penyakit tanaman jagung yang disebabkan oleh virus Maize Dwarf Mosaic (MDMV).

Virus Maize Dwarf Mosaic (MDMV) merupakan virus tanaman pathogen dari keluarga Potyviridae.

Serangan penyakit ini tergantung pada tahap pertumbuhan tanaman jagung. Umumnya penyakit Mosaic Kerdil ini dapat menyebabkan kerusakan yang parah dan merugikan secara ekonomi.

Gejala Serangan

Gejala penyakit ini tanaman menjadi kerdil, daun berwarna mosaik atau hijau dengan diselingi garis-garis kuning, dilihat secara keseluruhan tanaman tampak berwarna agak kekuningan mirip dengan gejala bulai tetapi apabila permukaannya daun bagian

bawah dan atas dipegang tidak terasa adanya serbuk spora. Penularan virus dapat terjadi secara mekanis atau melalui serangga Myzus percicae dan Rhopalopsiphum maydis secara non persisten. Tanaman yang terinfeksi virus ini umumnya terjadi penurunan hasilnya.

Ciri-ciri Gejala pada Tanaman Jagung
  • Pada daun jagung yang terserang virus terdapat garis kuning muda yang terputus-putus diseluruh permukaannya. Tiap tahap serangan berbeda, pada daun muda mungkin mengalami bercak klorosis kemudian menjadi pola mosaic dan menguning dan akhirnya muncul garis- garis merah atau bercak.
  • Pertumbuhan tanaman yang terserang virus terhambat pertumbuhannya (kerdil) dan tongkolnya kecil-kecil. Pada masa reproduski tanaman cenderung busuk akar dan menjadi mandul.
Penyebaran Penyakit ini pada tanaman
  • Penyebaran penyakit dapat terjadi secara mekanis dan melalui vector serangga Myzus ersicicae dan Rhopalopsiphum maydis. Secara mekanis virus dapat menyebar melalui daun yang terinfeksi saling bergesek dengan daun yang lain, dapat juga menyebar melalui biji, dan yang paling umum menyebar oleh vector dilaporkan ada sekitar 15 spesies kutu daun yang menjadi vector penyebab penyakit ini diantaranya dua spesies yang telah disebutkan diatas. Vector ini setelah memakan daun yang terinfeksi kemudian berpindah memakan daun pada tanaman lain yang rentan maka dengan cepat dapat menularkan penyakit ini.
Cara pengendalian :
  • Mencabut tanaman yang terinfeksi seawal mungkin agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun pertanaman yang akan datang
  • Mengadakan pergiliran tanaman, tidak menanam jagung terus menerus di lahan yang sama
  • Penggunaan peptisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi
  • Tidak penggunakan benih yang berasal dari tanaman yang terinfeksi
Sumber :
  • http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/
  • http://www.bakorluh.malukuprov.go.id/testing-tips-2/