Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Stek Satu Buku Berdaun Tunggal Tanaman Lada

Cara Stek Satu Buku Berdaun Tunggal Tanaman Lada
Lada merupakan salah satu bahan bumbu yang banyak digunakan di Indonesia. Dalam budidaya lada, teknologi pembibitan memgang peranan penting, pada umumnya bibit lada diambil dari sulur lada. Berikut ini adalah tehnik stek satu buku pada tanaman lada

Munthok White Pepper merupakan komoditas ekspor andalan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Cita rasa yang khas menjadikan komoditas ini sulit tergantikan dengan komoditas lain yang sejenis. Teknologi budidaya yang tepat akan memberikan hasil yang sesuai harapan dengan pengelolaan yang baik pula.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani lada saat ini adalah keterbatasan jumlah bibit lada yang unggul dan bermutu. Kebiasaan mayoritas petani lada di Bangka Belitung dalam berusaha tani lada adalah dengan menggunakan stek lada tujuh ruas.

Kebiasaan ini mengakibatkan petani selalu kekurangan bahan tanaman bibit lada ketika musim tanam tiba.Saat ini permasalahan kekurangan bibit lada tersebut dapat ditanggulangi seiring diperkenalkannya pembibitan stek satu buku berdaun tunggal yang akhirnya lebih dikenal oleh masyarakat di Bangka Belitung dengan sebutan ""stek lada satu ruas"". Dengan menggunakan teknik ini petani dapat menghemat bahan tanam hingga 400%.

Keunggulan dan Kelemahan Tehnik Pembibitan Lada


1. Stek Lada Satu Buku Berdaun Tunggal


Keunggulan :

  • Hemat bahan tanam hingga 400 %
  • Benih lebih sehat (selektif dan perlakuan tertentu saat pembibitan)
  • Tidak terjadi stagnasi pertumbuhan awal tanaman

Kelemahan :

  • Masih jarang digunakan oleh petani di Bangka
  • Memerlukan waktu dan biaya perbenihan
  • Mobilitas pengangkutan lebih lamban.

2. Stek Lada Panjang Tujuh Ruas/Cara Yang Biasa Dilakukan Petani


Keunggulan :

  • Umum dilakukan oleh petani di Bangka
  • Tidak memerlukan pemeliharaan benih dan mudah dilakukan
  • Mobilitas pengangkutan benih mudah dan murah

Kelemahan :

  • Bahan benih berasal dari sulur panjat (10 – 12 bulan)
  • Memerlukan bahan tanam yang lebih banyak
  • Terjadi stagnasi pertumbuhan awal (hujan kurang) (penyulaman 73,81 %)

Langkah-langkah perbanyak bibit

Penyiapan Kebun Bibit Lada (Bahan Tanaman)

Membangun kebun perbanyakan (khusus atau kebun produksi).

Tujuan : untuk menyediakan bahan tanaman dalam jumlah besar dan waktu relatif singkat dengan kualitas yang baik Kebun perbanyakan hanya untuk menghasilkan bahan tanaman sehingga selalu dalam kondisi fase vegetatif dan dipangkas dengan selang waktu 6 – 9 bulan

Varietas Lada

  1. Petaling 1
  2. Petaling 2
  3. Lampung Daun Kecil
  4. Chunuk
  5. Bengkayang
  6. Natar 1
  7. Natar 2
  8. Malonan 1
  9. Ciinten

Alat dan Bahan Pendukung

  • Alat : Gunting, Cangkul, Tangki Semprot, Ember, Baskom, Golok/Pisau, Polybag
  • Bahan Pendukung : Kompos/Pukan, Dolomi, Fungisida, Pasir, Papan/Kayu,
  • Rotan/Bambu, Tali/Kawat, Paranet, Pupuk NPK dan ZPT, Tanah (top soil).

Syarat Pohon Induk

  • Menggunakan varietas unggul
  • Sehat, tanpa gejala serangan hama penyakit atau kahat hara
  • Dalam pertumbuhan aktif dan tidak sedang berbunga atau berbuah
  • Sebaiknya benih diambil dari kebun induk yang telah disiapkan agar kemurnian bibit terjaga.

Cara Pengambilan dan Perlakuan Stek

  1. Stek lada berasal dari sulur panjat yang tumbuh ke atas, serta melekat pada tiang panjat.
  2. Setek yang akan di ambil sudah berkayu, berdaun hijau tua, tidak ada gejala abnormal.
  3. Pengambilan stek sebaiknya dilakukan pagi hari jam 06.00 – 10.00 atau sore hari jam 17.00 agar tidak layu kepanasan.
  4. Bila diperlukan dilakukan perlakuan bibit degan perendaman 0,5-1% fungisida selama 30 menit sebelum disemai.

Persemaian

  • Siapkan bak persemaian 10 x 1 meter pada rumah kasa atau di bawah paranet/atap. Selanjutnya isi bak persemaian dengan media pasir pantai.
  • Sebelum bibit disemai pada bak persemaian, lakukan penyiraman pada media tanam hingga basah dan lingkungan tumbuh stek harus lembab, tidak becek, dan disiram secara teratur.
  • Setek ditanam tegak lurus dimana mata dan daun terletak di atas media tanam, jarak antara stek kurang lebih 5 cm dalam bentuk larikan dan antar barisan 10 cm.
  • Setelah 10-15 hari di persemaian, kemudian dipindahkan ke dalam polybag yang sudah disiapkan sebelumnya.

Pemeliharaan dalam Polybag

  • 10 – 15 hari stek satu buku di bongkar dan di [indahkan ke polybag ukuran 10 x 15 cm. Pilih bibit dengan pertumbuhan akar yang baik.
  • Media tanam dalam polybag merupakan perpaduan tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 2 :1 yang disusun berbentuk bedengan untuk memudahkan pemeliharaan.
  • Stek satu buku belum tahan terhadap penyinaran langsung, oleh karena itu disungkup dengan plastik bening, kemudian dinaungi paranet.
  • Apabila cuaca kering dilakukan penyiraman dan bibit yag tumbuhnya kurang baik perlu diberi pupuk daun seminggu sekali.
  • Untuk pengendalian hama penyakit dilakukan penyemprotan fungisidas 1 minggu sekali.
  • Umur 4 – 6 Bulan saat bibit sudah tumbuh 7-9 ruas bibit diseleksi dan siap di tanam dilapangan.

Sumber Bacaan :

  • D. Manohara, dkk. 2006. Status Teknologi Tanaman Lada.
  • Prosseding Status Teknologi Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan.