Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Tepung Ubi Jalar

Cara Membuat Tepung Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan salah satu umbi-umbian yang mudah ditemukan dan dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Dilihat dari komponen gizinya, ubi jalar memberikan pengaruh positif pada kesehatan, seperti probiotik, serat makanan dan antioksidan (karotenoid/betakarotin). tidak mengandung gluten sehingga cocok untuk penderita autis.

Ubi jalar yang umbinya bewarna oranye atau kuning mempunyai kandungan beta karoten (pro-vitamin A) yang tinggi (setara dengan wortel). Ubi jalar yang daging umbinya bewarna ungu, banyak mengandung antosianin yang bersifat sebagai anti ioksidan pengikat gugus radikal bebas sebagai pencegah kanker dan obat awet muda. Ubi jalar tidak saja digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri dan pakan ternak. Ubi jalar merupakan salah satu palawija yang potensial dikembangkan dan relatif tahan disimpan, semakin lama disimpan rasanya bertambah manis.

Produksi yang dicapai oleh petani pada saat ini baru mencapai 10 ton/ha. Dengan menggunakan teknologi yang tepat guna, dan menggunakan varitas unggul produksi bisa mencapai 30 ton umbi basah /ha. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) telah merelease beberapa varietas unggul ubi jalar, seperti varetas Sari, varietas Boko, varietas Sukuh, varietas Jago, dan varietas Kidal.

Adapun deskripsi dari varietas ini adalah
  • Varietas Sari. produktivitas 30 – 35 ton/ha, kulit umbi bewarna merah dengan daging umbi bewarna kuning, rasa enak dan manis, kandungan bahan kering 28%, kandungan pati 32,48%, kandungan beta karoten 380,92 µg/100 g, agak tahan hama boleng, dan penyakit kudis. Cocok untuk campuran industri saos tomat.
  • Varietas Boko. produktivitas 25 – 30 ton/ha, warna kulit umbi merah dengan daging umbi bewarna krem, rasa enak dan manis, kandungan bahan kering 32%, kandungan pati 32,48%, kandungan beta karoten 108,11 µg/100 g, tahan terhadap hama boleng dan penyakit kudis, menarik untuk dikonsumsi langsung.
  • Varietas Sukuh. produktivitas 25 – 30 ton/ha, warna kulit umbi kuning dengan daging umbi bewarna putih, rasa enak, kandungan bahan kering 35%, kandungan pati 31,16%, kandungan beta karoten 36,59 µg/100 g, agak tahan terhadap hama boleng dan penyakit kudis, memiliki rendeman tepung tinggi dan kadar pati tinggi sehingga cocok untuk industri tepung dan pati.
  • Varietas Jago. produktivitas 25 – 30 ton/ha, warna kulit umbi putih dengan daging umbi bewarna kuning muda, rasa enak, kandungan bahan kering 33,%, kandungan pati 30,73%, kandungan beta karoten 84,99 µg/100 g, agak tahan terhadap hama boleng dan penyakit kudis, memiliki kadar tepung dan pati yang tinggi sehingga cocok untuk industri tepung dan pati.
  • Varietas Kidal. produktivitas 25 – 30 ton/ha, warna kulit umbi merah dengan daging umbi bewarna kuning tua, rasa enak, kandungan bahan kering 31%, kandungan pati 32,85%, kandungan beta karoten 347,84 µg/100 g, agak tahan terhadap hama boleng dan penyakit kudis, menarik untuk dikonsumsi langsung.
Kandungan gizi ubi jalar.

Sebagai sumber gizi ubi jalar cukup baik karena disamping sebagai sumber energi ternyata ubi jalar banyak mengandung kalsium dan posfor. Kandungan gizi ubi jalar per 100 gr bdd (bahan dapat dimakan) adalah sebagai berikut:
  • 22,30 gr karbohidrat
  • 1,10 gr protein
  • 0,40 gr lemak
  • 57,00 mgr kalsium
  • 52,00 mgr fospor
  • 0,70 mgr zat besi
  • 68,50 gr air
  • 0,7 gr serat
  • 123 kalori.
Untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai tambah ubi jalar dapat diolah menjadi tepung dan selanjutnya dapat digunakan untuk membuat berbagai aneka makanan seperti berbagai kue kering dan basah, mie hingga es krim. Tepung ubi jalar merupakan butiran yang halus lembut dan rasanya lebih manis, sehingga dapat dijadikan bahan subsitusi tepung lainnya, termasuk terigu.

Kandungan gizi tepung ubi jalar per 100 gr BDD (bahan dapat dimakan) adalah sebagai berikut :
  • 80,40 gr karbohidrat
  • 3,9 gr protein
  • 0,60 gr lemak
  • 152,0 mgr kalsium
  • 150,0 mgr fospor
  • 2,4 mgr zat besi
  • 10,50 gr air
  • 2,4 gr serat.

Proses pembuatan tepung ubi jalar adalah sebagai berikut :
  1. Pilih ubi jalar yang bagus, kupas kulitnya dan cuci dengan air sampai bersih, kemudian tiriskan.
  2. Setelah tiris, ubi jalar diiris tipis-tipis atau disawut.
  3. Rendam potongan ubi jalar dalam larutan sodium bisulfit 3 % selama kira-kira 1 jam, untuk menghilangkan getahnya dan hasil tepung lebih putih, setelah itu tiriskan lagi.
  4. Setelah tiris dijemur sampai kering di bawah terik matahari.
  5. Irisan ubi jalar yang kering dapat digiling atau dihancurkan dengan ditumbuk dengan menggunakan alat penepung.
  6. Hasil gilingan kemudian diayak dan siap dikemas dalam kantong plastik.
Tepung ini dapat diolah untuk dibuat berbagai aneka makanan, dan tepung ini dapat disimpan lebih lama lagi atau dipasarkan sehingga menambah ekonomi keluarga.